Kamis, 07 Mei 2015

Proposal Wirausaha Universitas Gunadarma

PROPOSAL
PT. LOBA RASA

                                



Disusun oleh :

1.      Ghifari Ahmad                        43213706
2.      Widiastuti Rawati                   49213259
3.      Indah Ramdhayani                  44213368
4.      Fathi Mulkiyah                        43213285
5.      Anita Azhari                           41213170

Kelas:
2DA01



Jl. RTM kelapa dua No.88  Kecamatan Cimanggis – Depok




BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang.
Perusahaan LOBA RASA merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi makanan ringan berupa “macaroni goreng” dan  “moci”. berbeda dengan produk yang telah ada sebelumnya.Macaroni ini dihadirkan dengan berbagai jenis rasa yang bisa di jadikan pilihan. seperti Balado, BBQ, Jagung Manis. LOBA RASA menggunakan bahan-bahan berkualitas serta mengutamakan makanan sehat tanpa bahan pengawet. makanan makaroni merupakan makanan Italy yang berbentuk pasta. namun,LOBA RASA  mengubahnya menjadi cemilan yang memiliki banyak rasa tentunya disesuaikan dengan selera. selain itu cemilan makaroni banyak digemari oleh masyarakat,dengan harga yang terjangkau dan mengutamakan kualitas.
Mochi berasal dari maknan khas jepang tetapi setelah jepang meninggalkan Indonesia makanan mochi di kembangkan kembali oleh masyarakat Sukabumi dengan latar belakang tersebut LOBA RASA memperkenalkan makanan mochi di masyarakat luas. karena mochi sendiri belum banyak orang yang mengenal. dengan cita rasa yang beragam seperti:  Kacang, Coklat, Keju. berbeda dengan makaroni kemasan mochi di kemas dengan kemasan yang unik yaitu dari anyaman bamboo. dalam dua produk ini LOBA RASA tidak menggunakan bahan pengawet sehingga aman untuk dikonsumsi.






1.2 Visi,misi dan motto
Visi :  Menjadi perusahaan yang unggul dalam bidang perdaagangan makanan ringan serta mampu menghadapi persaingan.
Misi :
-          Menjadi ahli dibidang pengembangan makanan & produktivitas produk makanan.
-          Membangun jaringan wirausaha & jaringan SDM yang mandiri & berprestasi.
-          Menciptakan lapangan kerja yang sehat,aman,dan nyaman bagi karyawan.
-          Mengutamakan kualitas dalam hal apapun.
Motto:
Sekali gigit bikin ketagihan.


Bab II
ANALISIS DATA PEMASARAN
2.1 Produk yang dihasilkan& manfaatnya
Produk yang di hasilkan makanan ringan berupa Makaroni Goreng dan kue Mochi.
Manfaatnya  :
·         Dapat menghilangkan kejenuhan
·         Sebagai cemilan menonton TV
·         Dapat disajikan bersama Pacar & keluarga
·         Dapat menjaga rasa lapar
2.2 4P (MARKETING MIX)
Makaroni :
Produk            : Makaroni Goreng (Balado, BBQ, Jagung Manis)
Price                : 6000/100gr
Place                : Daerah Kampus dan Kostan
Promotion       : akun social media
Mochi :
Produk                        : Mochi (Keju, Coklat, Mocca dan Kacang)
Price                :6000/box
Place                :Daerah Kampus dan Kostan
Promotion       : Akun Media Social

2.3 Segmentasi Pasar
Semua kalangan masyarakat
2.4 SWOT & TOWS
      Internal



Eksternal
S - Banyak rasa.

    -harga terjangkau.

    -tanpa bahan pengawet.

W - Tanpa bahan pengawet sehingga tidak tahan lama.
O -  Banyak digemari oleh masyarakat.

- tingginya tingkat konsumsi masyarakat.

- peluang dipasar lebih luas. 

SO -Mengikuti event-event tertentu.

-          Memberikan discount.
-          Meningkatkan kapasitas produksi jika permintaan meningkat

 WO –Menyesuaikan kapasitas produksi berdasarkan permintaan
T -  Banyak pesaing lain dipasaran.

- Banyak makanan ringan selain makaroni

- Adanya jangka waktu kadarluawarsa.


ST -Dikemas dengan aman.
WT -Mempromosikan produk lewat social media.
-          Menjual dengan harga terjangkau.


Bab III
ANALISIS PRODUKSI
3.1 Proses Produksi
Pertama-tama tentu saja siapkan makaroni yang akan digoreng. Setelah itu panaskan minyak, lalu masukkan makaroni goreng sedikit demi sedikit, aduk-aduk sambil menggoreng. Masak terus sampai makaroni mengembang dan matang. Agar sedap dipandang mata, angkat makaroninya ketika warna masih kekuningan, jangan tunggu hingga kecoklatan.  Tiriskan makaroni di atas wadah yang telah dilapisi tisu agar minyaknya meresap. Sementara menunggu  minyaknya hilang, kamu bisa mulai menyiapkan bumbu balado,jagung manis,bbq yang siap pakai. Ketika makaroni yang sudah digoreng tadi mulai dingin dan minyak sudah hilang, segera taburkan bubuk bumbu tersebut dan aduk sampai tercampur rata. Pilah makaroni menjadi beberapa wadah sesuai dengan rasa yang ingin dapatkan. Setelahnya, makaroni siap dikemas di dalam plastik 100 gr, agar tetap garing segera steples plastiknya atau bakar ujung plastiknya agar udara tidak bisa masuk ke dalamnya.
3.2  Bahan Baku dan Penggunaannya
Bahan Baku Makaroni Goreng
1.Bahan Baku
Jan/50pcs
Feb/60pcs
Mart/70pcs
Apr/80pcs
Mei/90pcs
Juni/100pcs
Makaroni Mentah
5kg
6kg
7kg
8kg
9kg
10kg
Minyak Goreng
1kg
1,5kg
2kg
2,5kg
3kg
3,5kg
Bumbu Balado
1kg





Bumbu Jagung Manis
1kg





Bumbu BBQ
1kg





2.Bahan Penolong






Plastik ukuran 100gr.
50 lembar plastic
60 lembar plastik
70 lembar plastik
80 lembar plastik
90 lembar plastik
100 lembar plastik
Merk Barang(stiker)
50 lembar
60 lembar plastik
70 lembar plastik
80 lembar plastik
90 lembar plastik
100 lembar plastik
Bahan Bakar
1 tabung gas ukuran 3kg

Bahan Baku Mochi
1.Bahan Baku
Jan/50pcs
Feb/60pcs
Mart/70pcs
Apr/80pcs
Mei/90pcs
Juni/100pcs
Mochi
250 butir mocha
300 butir mochi
350 butir mochi
400 butir mochi
450 butir mochi
500 butir mocha
2.Bahan Penolong






Plastik
50 lembar
60 lembar
70 lembar
80 lembar
90 lembar
100 lembar

3.3 Kapasitas Produksi
Kapasitas produksi bulan januari adalah 50pcs macaroni dan 50 box mochi, tetapi setiap bulan macaroni dan mochi masing-masing ditambah dengan 10box dan 10 pcs.



BAB IV
ANALISIS SUMBER DAYA MANUSIA
4.1 Struktur Organisasi
Nama perusahaan
Loba Rasa
Bidang usaha
Makanan Ringan
Jenis produk
Makaroni dan Moci
Alamat
Jl.margonda raya no.95 Depok
Tlp
081222348565
Email

Nama
Ghifari Ahmad
Jabatan
CEO
Tempat tgl lahir
Jakarta,29 desember 1994
Pendidikan Terakhir
SMA
Pegalaman Kerja
-
No tlp
087881070973
Email

Nama
Widiastuti Rawati
Jabatan
Manager Umum
Tempat tanggal lahir
Sukabumi, 23November1994
Pendidikan terakhir
SMA
Pengalaman kerja
-
No tlp
082298017292
email

Nama
Indah Ramdhayani
Jabatan
Manager Keuangan
Tempat tgl lahir
Sukabumi, 11 april 1995
Pendidikan Terakhir
SMA
Pengalaman Kerja
-
No tlf
085921294970
Email

Nama
Fathi Mulkiyah
Jabatan
Manager Pemasaran
Tempat tgl lahir
Depok, 23 September 1995
Pengalaman Kerja
-
No tlf
085782820920
Email
Fathimulkiyah123@gmail.com

Nama
Anita Azhari
Jabatan
Manager Produksi
Tempat tgl lahir
Jakarta, 1Mei 1995
Pengalaman Kerja
-
No tlf
087788724466
Email



4.1 Struktur Organisasi
CEO : Bertindak sebagai perwakilan organisasi dalam hubungan dengan hubungan dengan hubnga
Manager umum :
1.    Menetapkan kebijakan perusahaan dengan menentukan rencana dan tujuan perusahaan baik jangka pendek maupun jangka panjang 
2.    Mengkoordinir dan mengawasi seluruh aktivitas yang dilaksanakan dalam perusahaan.
3.    Membantu peraturan itern pada perusahaan yang tidak bertentangan dengan kebijakan perusahaan.
Manager keuangan
1.     Bertanggung jawab terhadap Manager Umum
2. Menetapkan tujuan dan sasaran jalannya operasional perusahaan dan strategi penjualan kepada konsumen.
3.  Membuat analisa terhadap pangsa pasar dan menentukan strategi penjualan terhadap konsumen atau pelanggan..
Manager Pemasaran.
Bagian dari perusahaan yang berfungsi untuk memasarkan produk kepada konsumen.
Manager produksi
  1. Desain produk dan jasa, yakni bertanggung jawab terhadap masalah barang atau jasa apakah yang seharusnya ditawarkan dan bagaimana mendesain produk atau jasa tersebut.
  2. Manajemen mutu, yakni bertanggung jawab terhadap kualitas dan bagaimana mendefinisikan kualitas.
  3. Desain proses dan kapasitas, yakni bertanggung jawab terhadap proses apakah yang dibutuhkan oleh produk ini dan berapa kapasitas yang tersedia dan peralatan atau teknologi apakah yang diperlukan dalam proses ini. 

BAB V
ANALISIS KEUANGAN
5.1 Modal
Modal Gunadarma
400.000
Modal loba rasa
32.000
Total modal
432.000
5.2 Penentuan Harga Pokok Produksi
Biaya Produksi
PT. LOBA RASA
Periode 31 Januari 2015
makaroni
No
Keterangan
jumlah
Unit
Harga satuan
Harga total
1.
Bahan baku





-Makaroni mentah
5
Kg
Rp. 11.000
Rp.55.000

-          Minyak goreng
1
Kg
Rp. 12.000
Rp. 12.000

-          Bumbu balado
1
Kg
Rp. 40.000
Rp.40.000

-          Bumbu jagung manis
1
Kg
Rp. 40.000
Rp. 40.000

-          Bumbu BBQ
1
Kg
Rp.40.000
Rp.40.000






2.
Biaya bahan penolong





-          Plastic ukuran 100gr.
1
Pak
Rp. 10.000
Rp.10.000







-          Bahan bakar
3
Kg
Rp.18.000
Rp.18.000

Jumlah



Rp. 227.000

Biaya produksi moci
No
Keterangan
Jumlah
Unit
Harga satuan
Harga total
1
Bahan baku





-          Moci
50
Box
Rp.3000
Rp.150.000
2
-          Biaya bahan penolong





-          Plastik
1
Pak
Rp.12.0000
Rp.12.0000

Jumlah



Rp. 162.000

Biaya operasional macaroni
No
Keterangan
jumlah
Unit
Harga satuan
harga total

  1.  
Biaya pemasaran





Label
50
Lembar
Rp. 15.000
Rp. 15.000


Total biaya pemasaran



Rp. 15.000
2.
Biaya adm&umum





Biaya pengiriman


Rp. 15.000
Rp.15.000

Biaya cetak
10
Lembar
Rp.5000
Rp.5000

Biaya adm.
1

Rp.8000
Rp.8000

Total biaya adm&umum



Rp.28.000

Total biaya operasional



Rp.43.000


Penentuan Harga Pokok Produksi
Biaya Produksi + Biaya Operasional
Unit yang diproduksi
Macaroni: 227.000 + 21.500       =  4.970
                        50 pcs
Moci : 162.000+21.500 = 2.810
                        50
Penentuan Harga Jual:
Harga Pokok Produksi  Laba yang diharapkan
Macaroni: laba yang diharapkan Rp. 1030 dari harga jual 600/pcs
Mochi:  Laba yang diharapkan adalah 3190 dari harga jual 2.810 menjadi 6000/box


     Biaya Produksi
PT. LOBA RASA
Periode 28 februari 2015
Makaroni
No
Keterangan
Jumlah
Unit
Harga satuan
Harga total
1.
Bahan baku





-Makaroni mentah

6
Kg
Rp. 11.000
Rp.66.000


-          Minyak goreng

1
Kg
Rp. 12.000
Rp. 12.000

-          Bumbu balado
¼
Kg
Rp. 40.000
Rp.10.000

-          Bumbu jagung manis
¼
Kg
Rp. 40.000
Rp. 10.000

-          Bumbu BBQ
¼
Kg
Rp.40.000
Rp.10.000






2.
Biaya bahan penolong





-          Plastic ukuran 100gr.
1
Pak
Rp. 10.000
Rp.10.000







-          Bahan bakar
3
Kg
Rp.18.000
Rp.18.000

-          Plastic mochi
60
Pcs
Rp.12.000
Rp.12.000

jumlah



Rp. 148.000










Mochi
No
keterangan
Jumlah
Unit
Harga satuan
Harga total
1
Bahan baku





-          moci
60
Box
Rp.3000x60/box
Rp.180.000
2
-          Biaya bahan penolong





-          Plastik
1
Pak
Rp.12.0000
Rp.12.0000

jumlah



Rp. 192.000


Biaya operasional macaroni
No
keterangan
jumlah
Unit
Harga satuan
harga total

  1.  
Biaya pemasaran





-          label

60
Lembar
Rp. 16.000
Rp. 16.000


Total biaya pemasaran



Rp. 16.000
2.
Biaya adm&umum





Biaya pengiriman


Rp. 15.000
Rp.15.000

Biaya cetak
10
Lembar
Rp.5000
Rp.5000

Biaya adm.
1

Rp.8000
Rp.8000

Total biaya adm&umum



Rp.28.000

Total biaya operasional



Rp.44.000







Penentuan Harga Jual
Harga Pokok Produksi  Laba yang diharapkan
Macaroni: laba yang diharapkan Rp. 3176
Dari total jual 4970 menjadi 6000/ pcs
Mochi:  Laba yang diharapkan
                Laba yang diharapkan adalah 2434 dari harga jual 2.810 menjadi 6000/box

5.3 laporan Laba / Rugi
Laporan Laba Rugi
Kelompok Loba Rasa
Periode 31 januari 2015

Pendapatan
Pendapatan tunai
Rp.600.000

Pendapatan piutang usaha
-

Total pendapatan

Rp.600.000



Biaya-biaya


Biaya Bahan Baku & Penolong

Rp. 389.000

Biaya  label

Rp.15.000

Pengembalian dana bergulir              

Rp   67.000

Biaya administrasi 

Rp     8.000  

Biaya pengiriman
Rp.15.000

Biaya cetak laporan                          

Rp.5000

Total Biaya

(RP.499.000)
Laba/Rugi (+/-) 

Rp.101.000



Bagi  Hasil  Amanah (75%)
75.750

Gunadarma  (25%)

25.250



LAPORAN LABA RUGI
KELOMPOK LOBA RASA
Periode 28 februari 2015

Pendapatan
Pendapatan tunai
Rp.720.000

Pendapatan piutang usaha
-

Total pendapatan

Rp.720.000



Biaya-biaya


Biaya Bahan Baku & Penolong

Rp. 340.000

Biaya  Pemasaran

Rp.16.000

Pengembalian dana bergulir              

Rp   67.000

Biaya administrasi 

Rp     8.000  

Biaya cetak laporan                           
Rp.5000

Biaya pengiriman
Rp.15.000

Total Biaya



(RP.451.000)
Laba/Rugi (+/-) 


Rp.269.000



Bagi  Hasil  Amanah (75%) 

Rp.201.750

Gunadarma  (25%)

Rp.67.250


5.4 Laporan Perubahan Modal
Laporan Perubahan Modal
PT. LOBA RASA
Periode 31 januari 2015
Modal (awal)                                                               Rp 432.000,-
            Laba/Rugi                   Rp, 75.750
            Prive                            Rp  ………..   -                                                                      
Modal (akhir)                                                              Rp 507.750




Laporan Perubahan Modal
PT. LOBA RASA
Periode 28 februari 2015
Modal (awal)                                                               Rp .507.750,-
            Laba/Rugi                   Rp, 201.750-
            Prive                            Rp  ………..   -                                  
Modal (akhir)                                                              Rp 709.500

5.5 Laporan Arus kas
Laporan Arus Kas
PT.LOBA RASA
Periode 31 januari 2015
Aliran Kas dari Aktivitas Operasi
    Aliran Kas Masuk


Penerimaan Penjualan Tunai
Rp. 600.000

Penerimaan Piutang Usaha
-

                              Jumlah

Rp. 600.000



Aliran Kas Keluar


      Biaya Bahan Baku dan Penolong
Rp. 389.000

       Biaya Pemasaran
Rp.15.000

Biaya Administrasi
Rp. 8.000

Biaya cetak Laporan
Rp.5.000

Biaya Pengiriman
Rp.15.000

Jumlah

(Rp.432.000)



Aliran kas bersih dari aktivitas operasi

Rp.168.000



Aliran Kas dari Aktivitas Pendanaan
Aliran Kas Masuk


Modal Gunadarma
Rp. 400.000

Modal Kelompok
Rp.32.000

jumlah

Rp.432.000
Aliran kas keluar


Pengenmbalian modal gundar
Rp.67.000

Pemberian laga gundar
Rp. 25.250

jumlah

(Rp. 92.250)
Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan

Rp. 339.750
Kenaikan Bersih Kas selama Periode Jan

Rp.507.750
Saldo Awal Kas

-
Saldo akhir kas bulan PERTAMA

Rp.507.750


Laporan Arus Kas
PT. LOBA RASA
Periode 28 februari 2015
Aliran Kas dari Aktivitas Operasional
Aliran Kas Masuk


        Penerimaan Penjualan Tunai
Rp.720.000

        Penerimaan Piutang Usaha



                              Jumlah


Rp.720.000



Aliran Kas Keluar


       Biaya Bahan Baku dan    Penolong
Rp.340.000

       Biaya Pemasaran

Rp.16.000

Biaya Administrasi
Rp.8.000

Biaya Cetak Laporan
Rp.5.000

Biaya Pengiriman

Rp.15.000

                               Jumlah


(Rp.384.000)
Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Operasi


Rp.336.000
Aliran Kas dari Aktivitas Pendanaan

    Aliran Kas Masuk



Modal Gunadarma


Modal Kelompok Usaha Loba Rasa


Jumlah



Aliran Kas Keluar



Pengembalian ke Gunadarma

Rp.67.000

Pembagian Laba ke Gunadarma
Rp.67.250

Jumlah

Rp.134.250
Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan
         


(Rp.134.250)
Kenaikan Bersih Kas selama Periode Jan


Rp.201.750
Saldo Awal Kas 01 Februari 2014



Rp.507.750
Saldo Akhir Kas 28 Februari 2014


Rp.709.500

5.6 Neraca
Neraca
Kelompok Loba Rasa
Periode 1 Januari 2015
Aktiva
Pasiva
Aktiva lancar
Rp. 432.000
Hutang Gundar
Rp. 400.000
Total aktiva lancar
Rp. 432.000
Total Hutang
Rp. 400.000






Modal



Modal anggota
Rp.32.000


Total modal
Rp.32.000
Total aktiva tetap
Rp.432.000
Total pasiva
Rp.432.000


PT. LOBA RASA
Periode 31 Januari 2015
Aktiva
Pasiva
Aktiva lancar
507.750
Hutang Gundar
Rp. 333.000
Total aktiva lancar
507.750




modal



Modal anggota
99.000


laba
75.750


Total modal
174.750
Total aktiva tetap
507.750
Total pasiva
Rp.  507.750
  
Neraca
PT. LOBA RASA
Periode 28 februari 2015
AKTIVA
PASIVA
Aktiva lancar
Rp.709.500
Hutang Gundar
Rp. 266.000
Total aktiva lancar
Rp. 709.500
Total Hutang
Rp. 266.000


modal



Modal anggota
Rp.241.750


LABA
RP.201.750


Total modal
Rp.443.500
Total aktiva tetap
Rp.709.500
Total pasiva
Rp.709.500


Jumat, 17 April 2015

BREAK EVEN POINT

BEP (BREAK EVEN POINT)
SCHEPPEND COLLECTION










Sheppend Collection akan mengalami Break Even Point pada jumlah kuantiti 40pcs dengan total biaya produksi Rp640.000 dan dijual dengan harga Rp16.000/pcs, sehingga tidak untung maupun tidak rugi.

Selasa, 07 April 2015

Tugas Kewirausahaan#
Universitas Gunadarma
Disusun Oleh:
1. Anita Azhari
2. Fathi Mulkiyah
3. Ghifari Ahmad
4. Indah Ramdhayani
5.Widiastuti Rawati
Kelas:
2DA01


Nama Wirausahawan     : Edi Saputra
Usia                                       : 23 Tahun
Bidang usaha                     : Penjualan Handphone dan Jasa servis

Awalnya Edi sempat ragu untuk merintis usahanya, karena usaha yang dijalankan sangat bertolak belakang dengan latar pendidikannya saat dia bersekolah di sekolah otomotif dulu. Namun dengan dukungan dan dorongan dari keluarga, ia memberanikan diri merintis usahanya untuk membuka usaha jual-beli handphone. Disamping itu, ia juga menyediakan jasa servis HP dengan bekerjasama dengan kakaknya yang memiliki kemampuan untuk servis barang-barang elektronik.  Alasan mengapa ia memilih usaha tersebut, karena bisnis handphone adalah usaha yang paling menjanjikan. Edi membuka usahanya dengan modal awal sekitar Rp. 100.000.000,- yang merupakan dari hasil tabungan dan bantuan kedua orangtuanya. Sebagian dananya dipakai untuk menyewa ruko sebesar Rp. 12.000.000,-/th dan sisanya untuk membeli barang-barang yang akan dijual.
Awal menjalankan usahanya, Edi sempat kesulitan untuk mendapatkan konsumen. Dikarenakan ketatnya persaingan. Namun, Edi beserta kakaknya tidak cepat putus asa dan tetap mencoba memberikan pelayanan terbaiknya sehingga memunculkan kepercayaan konsumen. Lambat laun, usaha yang ia rintis mulai membuahkan hasil. Banyak konsumen yang sudah menjadi pelanggan tetapnya.
Kini Edi telah hampir 5 tahun menjalankan usahanya tersebut dan mulai memperkejakan dua orang karyawan. Dari usahanya Edi meraup omset pendapatan sekitar Rp. 50.000.000,-/bulan. Dan tidak kecil kemungkinan pendapatan Edi-pun bisa bertambah tiap bulannya, karena makin banyaknya konsumen yang percaya dan menjadi pelanggan tetap. Dari hasil usaha kerja kerasnya kini Edi mampu mengembangkan usahanya menjadi lebih besar.

Dari seorang Edi Saputra dapat kita pelajari hal-hal penting untuk menjadi seorang wirausaha. Yaitu sebuah keberanian. Dar hasil wawancara kami dengan edi, iapun bertutur bahwa “Untuk menjadi seorang wirausaha harus perlu adanya keberanian. Berani untuk gagal, berani untuk menanggung resiko, berani untuk mengambil sebuah keputusan, berani untuk menghadapi tantangan dan yang terpenting tidak takut untuk melangkah ke arah yang lebih baik serta percaya pada kemampuan diri sendiri dan mau belajar.”

Sabtu, 03 Januari 2015

Tugas Pengantar Basis Data ( Entity Relationship Diagram)

TUGAS SOFTSKILL

PENGANTAR BASIS DATA


Disusun Oleh:
Widiastuti Rawati
Ghifari Ahmad
Maria Astuti 
Fathi Mulkiyah
Putri Nindya


Kelas:
2DA01

D3 Bisnis dan Kewirausahaan
UNIVERSITAS GUNADARMA 
PTA 2014/2015







Soal Nomor  3

}  Seperti soal nomor 2, namun ada beberapa tambahan penjelasan seperti berikut : Semua mahasiswa sangat perlu buku sehingga tidak ada yang tidak pernah meminjam ke perpustakaan. Mahasiswa kadang-kadang terlambat mengembalikan buku, sehingga dikenakan denda. Mahasiswa dianggap terlambat jika mengembalikan buku lebih lama dari 1 minggu.

}  Gambarkan ERDnya, dan tunjukkan Participation Constraint-nya

Jawab:


 PARTICIPATION CONSTRAINT
Menjelaskan batasan keikut-sertaan dari suatu entity terhadap hubungannya dengan entity yang lainnya.
a) Total Participation : menyatakan instance dari suatu entity harus berhubungan dengan instance dari entity lainnya.
b) Partial Participation : menyatakan setiap instance dari suatu entity tidak harus berhubungan dengan instance dari entity lainnya.



Jumat, 07 November 2014

Lingkungan Basis Data

Kelompok:
Fathi Mulkiyah
Ghifari Ahmad
Maria Astuti
Putri Nindya A.
Widiastuti Rawati
kelas : 2DA01
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Basis data adalah kumpulan informasi yang disimpan didalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari database tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengolah dan mengambil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data.

BAB II
ISI
2.1 Pengertian Basis Data
Pangkalan data atau basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.
Istilah "basis data" berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.

2.2 Konsep dasar dari basis data
Kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebutskema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel. Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.

2.3 Tahapan Perancangan Basis Data
  Perancangan basis data merupakan upaya untuk membangun sebuah basis data dalam suatu lingkungan bisnis. Untuk membangun sebuah basis data terdapat tahapan-tahapan yang perlu kita lalui yaitu:
1.     Perencanaan basis data
2.     Mendefinisikan sistem
3.     Analisa dan mengumpulkan kebutuhan
4.     Perancangan basis data
5.     Perancangan aplikasi
6.     Membuat prototipe
7.     Implementasi
8.     Konversi data
9.     Pengujian
10.  Pemeliharaan operasional


2.4 Arsitek Basis Data
Arsitektur Basis Data dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
1.          Tingkat Eksternal (Eksternal Level)
Berhubungan dengan bagaimana data direpresentasikan dari sisi setiap user. View level adalah level user, yang dimaksud dengan user adalah programmer, end user atau Database Administrator (DBA). (programmer : bahasa yang digunakan adalah bahasa pemrograman seperti C, COBOL, atau PL/I), (end user : bahasa yang digunakan adalah bahasa query atau menggunakan fasilitas yang tersedia pada program aplikasi pada level eksternal ini, user dibatasi pada kemampuan perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan aplikasi basis data yang didefinisikan sebagai sebuah skema eksternal.)
2.          Tingkat Konseptual (Conseptual Level)
Yang menghubungkan antara internal & external level. Conceptual level adalah sebuah representasi seluruh muatan informasi yang dikandung oleh basis data.
Tingkatan level ini dilihat dari cara user dalam memahami atau mengetahui data.
3.          Tingkat Internal (Internal Level)
Berhubungan dengan bagaimana data disimpan secara fisik (physical storage). Internal level adalah level terendah untuk merepresentasikan basis data. Record disimpan dalam media penyimpanan dalam format byte. Didefinisikan sebagai sebuah skema internal.



2.5 Contoh Gambarnya




2.6  Bahasa Dalam DBMS
DBMS (Database Management systems) adalah kumpulan program yang mengkoordinasikan semua kegiatan yang berhubungan dengan basis data. Dengan adanya berbagai tingkatan pandangan dalam suatu basis data maka untuk mengakomodasikan masing-masing pengguna dalam piranti lunak manajemen basis data biasanya terdapat bahasa-bahasa tertentu yang disebut Data Sub language.
Data sub language adalah subset bahasa yang dipakai untuk operasi manajemen basis data. Dalam penggunaan biasanya dapat ditempelkan (embedded) pada bahasa tuan rumah (Cobol, PL/1, dsb). Secara umum maka setiap pengguna basis data memerlukan bahasa yang dipakai sesuai tugas dan fungsinya.

Dalam basis data secara umum dikenal 2 data sub language :
1. Data Definition Language (DDL)
2. Data Manipulation Language (DML)
Ada 2 jenis DML :
1. Procedural DML
2. Non Procedural

Secara khusus pengguna menggunakan berbagai bahasa :
Programmer aplikasi menggunakan bahasa-bahasa seperti Cobol, Informix, dll (host language) yang ditempelkan dengan bahasa yang dipakai dalam DBMS. Pemakai terminal menggunakan bahasa Query (misal SQL) atau menggunakan program aplikasi (yang dirancang oleh programmer). Sedangkan DBA lebih banyak menggunakan bahasa DDL dan DML yang tersedia dalam DBMS.
DBMS mempunyai tugas untuk menangani semua bentuk akses kepada basis data, secara konsep :
1. Pengguna menyatakan permintaan akses menggunakan     DBMS
2. DBMS menangkap dan menginterpretasikan
3. DBMS mencari :
            - eksternal / conceptual mapping
            - conceptual schema
            - konseptual / internal mapping
            - internal schema
4. DBMS melaksanakan operasi yang diminta terhadap basis  data tersimpan.
Proses 1 s/d 4 dapat dilakukan secara interactive atau dicompile dulu.


2.7 Model Data
Model data adalah kumpulan konsep yang terintegrasi yang menggambarkan data, hubungan antara data dan batasan-batasan data dala suatu organisasi. Fungsi dari sebuah model data untuk merepresentasikan data sehingga data tersebut mudah dipahami.
Untuk menggambarkan data pada tingkat eksternal dan konseptual digunakan model data berbasis objek atau model data berbasis record.

1. Model Data Berbasis Objek
            Model data berbasis objek menggunakan konsep entitas,      atribut dan hubungan antar entitas. Beberapa jenis model data berbasis objek yang umum adalah :
            - entity-relationship
            - semantic
            - functional
            - object-oriented

2. Model Data Berbasis Record
            Pada model data berbasis record, basis data terdiri dari        sejumlah record dalam bentuk yang tetap yang dapat      dibedakan dari bentuknya. Ada 3 macam jenis model data   berbasis record yaitu :
           


 - model data hierarkhi (hierarchical)



 - model data jaringan (network)


 
 2.8 Komponen DBMS



 Penjelasan :


1.      Query Processsor
Komponen yang merubah bentuk query ke dalam instruksi         tingkat rendah ke database manager
2.      Database Manager
Database manager menerima query dan menguji skema         eksternal dan konseptual untuk menentukan apakah record-          record dibutuhkan untuk memenuhi permintaan. Kemudian             DM memanggil file manager untuk menyelesaikan permintaan
3.      File Manager
Memanipulasi penyimpanan file dan mengatur alokasi ruang  penyimpanan pada disk.
4.      DML Preprocessor
Modul yang merubah perintah DML embedded ke dalam  program aplikasi dalam bentuk fungsi-fungsi yang  memanggil dalam host language.
5. DDL Compiler
            Merubah perintah DDL menjadi kumpulan tabel yang berisi  metadata.
5.      Dictionary Manager
Mengatur akses dan memelihara data dictionary. Data dictionary diakses oleh komponen DBMS yang lain.

2.9 Client Server

Untuk mengatasi kelemahan arsitektur-arsitektur di atas maka dikembangkan arsitektur client-server. Client-server menunjukkan cara komponen software berinteraksi dalam bentuk sistem. Sesuai dengan namanya, ada sebuah pemroses client yang membutuhkan sumber dan sebuah server yang menyediakan sumbernya. Tidak ada kebutuhan client dan server yang harus diletakkan pada mesin yang sama. Secara ringkas, umumnya server diletakkan pada satu sisi dalam LAN dan client pada sisi yang lain.
Ada beberapa keuntungan jenis arsitektur ini adalah :
q  Memungkinkan akses basis data yang besar
q  Menaikkan kinerja
q  Jika client dan server diletakkan pada komputer yang  berbeda kemudian CPU yang berbeda dapat memproses  aplikasi secara paralel. Hal ini mempermudah merubah  mesin server jika hanya memproses basis data.
q   Biaya untuk hardware dapat dikurangi
q   Hanya server yang membutuhkan storage dan kekuatan  proses yang cukup untuk menyimpan dan mengatur basis  data
q   Biaya komunikasi berkurang
q   Aplikasi menyelesaikan bagian operasi pada client dan  mengirimkan hanya bagian yang dibutuhkan untuk akses     basis data melewati jaringan, menghasilkan data yang  sedikit yang akan dikirim melewati jaringan
q   Meningkatkan kekonsistenan
q   Server dapat menangani pemeriksaan integrity sehingga  batasan perlu didefinisikan dan validasi hanya di satu  tempat, aplikasi program mengerjakan pemeriksaan sendiri
q   Map ke arsitektur open-system dengan sangat alami


2.10 Fungsi Client & Server





BAB III
KESIMPULAN
1.1  KESIMPULAN
Basis data adalah kumpulan informasi yang disimpan didalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari database tersebut.
Arsitektur Basis Data dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
-          Tingkat Eksternal (Eksternal Level
-           Tingkat Konseptual (Conseptual Level)
-          Tingkat Internal (Internal Level)
Ada 2 jenis DML :
1. Procedural DML
2. Non Procedural
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA

1.     Connoly, Thomas; Begg, Carolyn; Strachan, Anne; Database Systems : A Practical Approach to Design,     Implementation and Management, 3rd edition, Addison           Wesley, 2001.
2.     Korth, H.; Database System Concept, 4th edition, Mc         Graw Hill, New York, 1991.

Kamis, 07 Mei 2015

Proposal Wirausaha Universitas Gunadarma

PROPOSAL
PT. LOBA RASA

                                



Disusun oleh :

1.      Ghifari Ahmad                        43213706
2.      Widiastuti Rawati                   49213259
3.      Indah Ramdhayani                  44213368
4.      Fathi Mulkiyah                        43213285
5.      Anita Azhari                           41213170

Kelas:
2DA01



Jl. RTM kelapa dua No.88  Kecamatan Cimanggis – Depok




BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang.
Perusahaan LOBA RASA merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi makanan ringan berupa “macaroni goreng” dan  “moci”. berbeda dengan produk yang telah ada sebelumnya.Macaroni ini dihadirkan dengan berbagai jenis rasa yang bisa di jadikan pilihan. seperti Balado, BBQ, Jagung Manis. LOBA RASA menggunakan bahan-bahan berkualitas serta mengutamakan makanan sehat tanpa bahan pengawet. makanan makaroni merupakan makanan Italy yang berbentuk pasta. namun,LOBA RASA  mengubahnya menjadi cemilan yang memiliki banyak rasa tentunya disesuaikan dengan selera. selain itu cemilan makaroni banyak digemari oleh masyarakat,dengan harga yang terjangkau dan mengutamakan kualitas.
Mochi berasal dari maknan khas jepang tetapi setelah jepang meninggalkan Indonesia makanan mochi di kembangkan kembali oleh masyarakat Sukabumi dengan latar belakang tersebut LOBA RASA memperkenalkan makanan mochi di masyarakat luas. karena mochi sendiri belum banyak orang yang mengenal. dengan cita rasa yang beragam seperti:  Kacang, Coklat, Keju. berbeda dengan makaroni kemasan mochi di kemas dengan kemasan yang unik yaitu dari anyaman bamboo. dalam dua produk ini LOBA RASA tidak menggunakan bahan pengawet sehingga aman untuk dikonsumsi.






1.2 Visi,misi dan motto
Visi :  Menjadi perusahaan yang unggul dalam bidang perdaagangan makanan ringan serta mampu menghadapi persaingan.
Misi :
-          Menjadi ahli dibidang pengembangan makanan & produktivitas produk makanan.
-          Membangun jaringan wirausaha & jaringan SDM yang mandiri & berprestasi.
-          Menciptakan lapangan kerja yang sehat,aman,dan nyaman bagi karyawan.
-          Mengutamakan kualitas dalam hal apapun.
Motto:
Sekali gigit bikin ketagihan.


Bab II
ANALISIS DATA PEMASARAN
2.1 Produk yang dihasilkan& manfaatnya
Produk yang di hasilkan makanan ringan berupa Makaroni Goreng dan kue Mochi.
Manfaatnya  :
·         Dapat menghilangkan kejenuhan
·         Sebagai cemilan menonton TV
·         Dapat disajikan bersama Pacar & keluarga
·         Dapat menjaga rasa lapar
2.2 4P (MARKETING MIX)
Makaroni :
Produk            : Makaroni Goreng (Balado, BBQ, Jagung Manis)
Price                : 6000/100gr
Place                : Daerah Kampus dan Kostan
Promotion       : akun social media
Mochi :
Produk                        : Mochi (Keju, Coklat, Mocca dan Kacang)
Price                :6000/box
Place                :Daerah Kampus dan Kostan
Promotion       : Akun Media Social

2.3 Segmentasi Pasar
Semua kalangan masyarakat
2.4 SWOT & TOWS
      Internal



Eksternal
S - Banyak rasa.

    -harga terjangkau.

    -tanpa bahan pengawet.

W - Tanpa bahan pengawet sehingga tidak tahan lama.
O -  Banyak digemari oleh masyarakat.

- tingginya tingkat konsumsi masyarakat.

- peluang dipasar lebih luas. 

SO -Mengikuti event-event tertentu.

-          Memberikan discount.
-          Meningkatkan kapasitas produksi jika permintaan meningkat

 WO –Menyesuaikan kapasitas produksi berdasarkan permintaan
T -  Banyak pesaing lain dipasaran.

- Banyak makanan ringan selain makaroni

- Adanya jangka waktu kadarluawarsa.


ST -Dikemas dengan aman.
WT -Mempromosikan produk lewat social media.
-          Menjual dengan harga terjangkau.


Bab III
ANALISIS PRODUKSI
3.1 Proses Produksi
Pertama-tama tentu saja siapkan makaroni yang akan digoreng. Setelah itu panaskan minyak, lalu masukkan makaroni goreng sedikit demi sedikit, aduk-aduk sambil menggoreng. Masak terus sampai makaroni mengembang dan matang. Agar sedap dipandang mata, angkat makaroninya ketika warna masih kekuningan, jangan tunggu hingga kecoklatan.  Tiriskan makaroni di atas wadah yang telah dilapisi tisu agar minyaknya meresap. Sementara menunggu  minyaknya hilang, kamu bisa mulai menyiapkan bumbu balado,jagung manis,bbq yang siap pakai. Ketika makaroni yang sudah digoreng tadi mulai dingin dan minyak sudah hilang, segera taburkan bubuk bumbu tersebut dan aduk sampai tercampur rata. Pilah makaroni menjadi beberapa wadah sesuai dengan rasa yang ingin dapatkan. Setelahnya, makaroni siap dikemas di dalam plastik 100 gr, agar tetap garing segera steples plastiknya atau bakar ujung plastiknya agar udara tidak bisa masuk ke dalamnya.
3.2  Bahan Baku dan Penggunaannya
Bahan Baku Makaroni Goreng
1.Bahan Baku
Jan/50pcs
Feb/60pcs
Mart/70pcs
Apr/80pcs
Mei/90pcs
Juni/100pcs
Makaroni Mentah
5kg
6kg
7kg
8kg
9kg
10kg
Minyak Goreng
1kg
1,5kg
2kg
2,5kg
3kg
3,5kg
Bumbu Balado
1kg





Bumbu Jagung Manis
1kg





Bumbu BBQ
1kg





2.Bahan Penolong






Plastik ukuran 100gr.
50 lembar plastic
60 lembar plastik
70 lembar plastik
80 lembar plastik
90 lembar plastik
100 lembar plastik
Merk Barang(stiker)
50 lembar
60 lembar plastik
70 lembar plastik
80 lembar plastik
90 lembar plastik
100 lembar plastik
Bahan Bakar
1 tabung gas ukuran 3kg

Bahan Baku Mochi
1.Bahan Baku
Jan/50pcs
Feb/60pcs
Mart/70pcs
Apr/80pcs
Mei/90pcs
Juni/100pcs
Mochi
250 butir mocha
300 butir mochi
350 butir mochi
400 butir mochi
450 butir mochi
500 butir mocha
2.Bahan Penolong






Plastik
50 lembar
60 lembar
70 lembar
80 lembar
90 lembar
100 lembar

3.3 Kapasitas Produksi
Kapasitas produksi bulan januari adalah 50pcs macaroni dan 50 box mochi, tetapi setiap bulan macaroni dan mochi masing-masing ditambah dengan 10box dan 10 pcs.



BAB IV
ANALISIS SUMBER DAYA MANUSIA
4.1 Struktur Organisasi
Nama perusahaan
Loba Rasa
Bidang usaha
Makanan Ringan
Jenis produk
Makaroni dan Moci
Alamat
Jl.margonda raya no.95 Depok
Tlp
081222348565
Email

Nama
Ghifari Ahmad
Jabatan
CEO
Tempat tgl lahir
Jakarta,29 desember 1994
Pendidikan Terakhir
SMA
Pegalaman Kerja
-
No tlp
087881070973
Email

Nama
Widiastuti Rawati
Jabatan
Manager Umum
Tempat tanggal lahir
Sukabumi, 23November1994
Pendidikan terakhir
SMA
Pengalaman kerja
-
No tlp
082298017292
email

Nama
Indah Ramdhayani
Jabatan
Manager Keuangan
Tempat tgl lahir
Sukabumi, 11 april 1995
Pendidikan Terakhir
SMA
Pengalaman Kerja
-
No tlf
085921294970
Email

Nama
Fathi Mulkiyah
Jabatan
Manager Pemasaran
Tempat tgl lahir
Depok, 23 September 1995
Pengalaman Kerja
-
No tlf
085782820920
Email
Fathimulkiyah123@gmail.com

Nama
Anita Azhari
Jabatan
Manager Produksi
Tempat tgl lahir
Jakarta, 1Mei 1995
Pengalaman Kerja
-
No tlf
087788724466
Email



4.1 Struktur Organisasi
CEO : Bertindak sebagai perwakilan organisasi dalam hubungan dengan hubungan dengan hubnga
Manager umum :
1.    Menetapkan kebijakan perusahaan dengan menentukan rencana dan tujuan perusahaan baik jangka pendek maupun jangka panjang 
2.    Mengkoordinir dan mengawasi seluruh aktivitas yang dilaksanakan dalam perusahaan.
3.    Membantu peraturan itern pada perusahaan yang tidak bertentangan dengan kebijakan perusahaan.
Manager keuangan
1.     Bertanggung jawab terhadap Manager Umum
2. Menetapkan tujuan dan sasaran jalannya operasional perusahaan dan strategi penjualan kepada konsumen.
3.  Membuat analisa terhadap pangsa pasar dan menentukan strategi penjualan terhadap konsumen atau pelanggan..
Manager Pemasaran.
Bagian dari perusahaan yang berfungsi untuk memasarkan produk kepada konsumen.
Manager produksi
  1. Desain produk dan jasa, yakni bertanggung jawab terhadap masalah barang atau jasa apakah yang seharusnya ditawarkan dan bagaimana mendesain produk atau jasa tersebut.
  2. Manajemen mutu, yakni bertanggung jawab terhadap kualitas dan bagaimana mendefinisikan kualitas.
  3. Desain proses dan kapasitas, yakni bertanggung jawab terhadap proses apakah yang dibutuhkan oleh produk ini dan berapa kapasitas yang tersedia dan peralatan atau teknologi apakah yang diperlukan dalam proses ini. 

BAB V
ANALISIS KEUANGAN
5.1 Modal
Modal Gunadarma
400.000
Modal loba rasa
32.000
Total modal
432.000
5.2 Penentuan Harga Pokok Produksi
Biaya Produksi
PT. LOBA RASA
Periode 31 Januari 2015
makaroni
No
Keterangan
jumlah
Unit
Harga satuan
Harga total
1.
Bahan baku





-Makaroni mentah
5
Kg
Rp. 11.000
Rp.55.000

-          Minyak goreng
1
Kg
Rp. 12.000
Rp. 12.000

-          Bumbu balado
1
Kg
Rp. 40.000
Rp.40.000

-          Bumbu jagung manis
1
Kg
Rp. 40.000
Rp. 40.000

-          Bumbu BBQ
1
Kg
Rp.40.000
Rp.40.000






2.
Biaya bahan penolong





-          Plastic ukuran 100gr.
1
Pak
Rp. 10.000
Rp.10.000







-          Bahan bakar
3
Kg
Rp.18.000
Rp.18.000

Jumlah



Rp. 227.000

Biaya produksi moci
No
Keterangan
Jumlah
Unit
Harga satuan
Harga total
1
Bahan baku





-          Moci
50
Box
Rp.3000
Rp.150.000
2
-          Biaya bahan penolong





-          Plastik
1
Pak
Rp.12.0000
Rp.12.0000

Jumlah



Rp. 162.000

Biaya operasional macaroni
No
Keterangan
jumlah
Unit
Harga satuan
harga total

  1.  
Biaya pemasaran





Label
50
Lembar
Rp. 15.000
Rp. 15.000


Total biaya pemasaran



Rp. 15.000
2.
Biaya adm&umum





Biaya pengiriman


Rp. 15.000
Rp.15.000

Biaya cetak
10
Lembar
Rp.5000
Rp.5000

Biaya adm.
1

Rp.8000
Rp.8000

Total biaya adm&umum



Rp.28.000

Total biaya operasional



Rp.43.000


Penentuan Harga Pokok Produksi
Biaya Produksi + Biaya Operasional
Unit yang diproduksi
Macaroni: 227.000 + 21.500       =  4.970
                        50 pcs
Moci : 162.000+21.500 = 2.810
                        50
Penentuan Harga Jual:
Harga Pokok Produksi  Laba yang diharapkan
Macaroni: laba yang diharapkan Rp. 1030 dari harga jual 600/pcs
Mochi:  Laba yang diharapkan adalah 3190 dari harga jual 2.810 menjadi 6000/box


     Biaya Produksi
PT. LOBA RASA
Periode 28 februari 2015
Makaroni
No
Keterangan
Jumlah
Unit
Harga satuan
Harga total
1.
Bahan baku





-Makaroni mentah

6
Kg
Rp. 11.000
Rp.66.000


-          Minyak goreng

1
Kg
Rp. 12.000
Rp. 12.000

-          Bumbu balado
¼
Kg
Rp. 40.000
Rp.10.000

-          Bumbu jagung manis
¼
Kg
Rp. 40.000
Rp. 10.000

-          Bumbu BBQ
¼
Kg
Rp.40.000
Rp.10.000






2.
Biaya bahan penolong





-          Plastic ukuran 100gr.
1
Pak
Rp. 10.000
Rp.10.000







-          Bahan bakar
3
Kg
Rp.18.000
Rp.18.000

-          Plastic mochi
60
Pcs
Rp.12.000
Rp.12.000

jumlah



Rp. 148.000










Mochi
No
keterangan
Jumlah
Unit
Harga satuan
Harga total
1
Bahan baku





-          moci
60
Box
Rp.3000x60/box
Rp.180.000
2
-          Biaya bahan penolong





-          Plastik
1
Pak
Rp.12.0000
Rp.12.0000

jumlah



Rp. 192.000


Biaya operasional macaroni
No
keterangan
jumlah
Unit
Harga satuan
harga total

  1.  
Biaya pemasaran





-          label

60
Lembar
Rp. 16.000
Rp. 16.000


Total biaya pemasaran



Rp. 16.000
2.
Biaya adm&umum





Biaya pengiriman


Rp. 15.000
Rp.15.000

Biaya cetak
10
Lembar
Rp.5000
Rp.5000

Biaya adm.
1

Rp.8000
Rp.8000

Total biaya adm&umum



Rp.28.000

Total biaya operasional



Rp.44.000







Penentuan Harga Jual
Harga Pokok Produksi  Laba yang diharapkan
Macaroni: laba yang diharapkan Rp. 3176
Dari total jual 4970 menjadi 6000/ pcs
Mochi:  Laba yang diharapkan
                Laba yang diharapkan adalah 2434 dari harga jual 2.810 menjadi 6000/box

5.3 laporan Laba / Rugi
Laporan Laba Rugi
Kelompok Loba Rasa
Periode 31 januari 2015

Pendapatan
Pendapatan tunai
Rp.600.000

Pendapatan piutang usaha
-

Total pendapatan

Rp.600.000



Biaya-biaya


Biaya Bahan Baku & Penolong

Rp. 389.000

Biaya  label

Rp.15.000

Pengembalian dana bergulir              

Rp   67.000

Biaya administrasi 

Rp     8.000  

Biaya pengiriman
Rp.15.000

Biaya cetak laporan                          

Rp.5000

Total Biaya

(RP.499.000)
Laba/Rugi (+/-) 

Rp.101.000



Bagi  Hasil  Amanah (75%)
75.750

Gunadarma  (25%)

25.250



LAPORAN LABA RUGI
KELOMPOK LOBA RASA
Periode 28 februari 2015

Pendapatan
Pendapatan tunai
Rp.720.000

Pendapatan piutang usaha
-

Total pendapatan

Rp.720.000



Biaya-biaya


Biaya Bahan Baku & Penolong

Rp. 340.000

Biaya  Pemasaran

Rp.16.000

Pengembalian dana bergulir              

Rp   67.000

Biaya administrasi 

Rp     8.000  

Biaya cetak laporan                           
Rp.5000

Biaya pengiriman
Rp.15.000

Total Biaya



(RP.451.000)
Laba/Rugi (+/-) 


Rp.269.000



Bagi  Hasil  Amanah (75%) 

Rp.201.750

Gunadarma  (25%)

Rp.67.250


5.4 Laporan Perubahan Modal
Laporan Perubahan Modal
PT. LOBA RASA
Periode 31 januari 2015
Modal (awal)                                                               Rp 432.000,-
            Laba/Rugi                   Rp, 75.750
            Prive                            Rp  ………..   -                                                                      
Modal (akhir)                                                              Rp 507.750




Laporan Perubahan Modal
PT. LOBA RASA
Periode 28 februari 2015
Modal (awal)                                                               Rp .507.750,-
            Laba/Rugi                   Rp, 201.750-
            Prive                            Rp  ………..   -                                  
Modal (akhir)                                                              Rp 709.500

5.5 Laporan Arus kas
Laporan Arus Kas
PT.LOBA RASA
Periode 31 januari 2015
Aliran Kas dari Aktivitas Operasi
    Aliran Kas Masuk


Penerimaan Penjualan Tunai
Rp. 600.000

Penerimaan Piutang Usaha
-

                              Jumlah

Rp. 600.000



Aliran Kas Keluar


      Biaya Bahan Baku dan Penolong
Rp. 389.000

       Biaya Pemasaran
Rp.15.000

Biaya Administrasi
Rp. 8.000

Biaya cetak Laporan
Rp.5.000

Biaya Pengiriman
Rp.15.000

Jumlah

(Rp.432.000)



Aliran kas bersih dari aktivitas operasi

Rp.168.000



Aliran Kas dari Aktivitas Pendanaan
Aliran Kas Masuk


Modal Gunadarma
Rp. 400.000

Modal Kelompok
Rp.32.000

jumlah

Rp.432.000
Aliran kas keluar


Pengenmbalian modal gundar
Rp.67.000

Pemberian laga gundar
Rp. 25.250

jumlah

(Rp. 92.250)
Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan

Rp. 339.750
Kenaikan Bersih Kas selama Periode Jan

Rp.507.750
Saldo Awal Kas

-
Saldo akhir kas bulan PERTAMA

Rp.507.750


Laporan Arus Kas
PT. LOBA RASA
Periode 28 februari 2015
Aliran Kas dari Aktivitas Operasional
Aliran Kas Masuk


        Penerimaan Penjualan Tunai
Rp.720.000

        Penerimaan Piutang Usaha



                              Jumlah


Rp.720.000



Aliran Kas Keluar


       Biaya Bahan Baku dan    Penolong
Rp.340.000

       Biaya Pemasaran

Rp.16.000

Biaya Administrasi
Rp.8.000

Biaya Cetak Laporan
Rp.5.000

Biaya Pengiriman

Rp.15.000

                               Jumlah


(Rp.384.000)
Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Operasi


Rp.336.000
Aliran Kas dari Aktivitas Pendanaan

    Aliran Kas Masuk



Modal Gunadarma


Modal Kelompok Usaha Loba Rasa


Jumlah



Aliran Kas Keluar



Pengembalian ke Gunadarma

Rp.67.000

Pembagian Laba ke Gunadarma
Rp.67.250

Jumlah

Rp.134.250
Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan
         


(Rp.134.250)
Kenaikan Bersih Kas selama Periode Jan


Rp.201.750
Saldo Awal Kas 01 Februari 2014



Rp.507.750
Saldo Akhir Kas 28 Februari 2014


Rp.709.500

5.6 Neraca
Neraca
Kelompok Loba Rasa
Periode 1 Januari 2015
Aktiva
Pasiva
Aktiva lancar
Rp. 432.000
Hutang Gundar
Rp. 400.000
Total aktiva lancar
Rp. 432.000
Total Hutang
Rp. 400.000






Modal



Modal anggota
Rp.32.000


Total modal
Rp.32.000
Total aktiva tetap
Rp.432.000
Total pasiva
Rp.432.000


PT. LOBA RASA
Periode 31 Januari 2015
Aktiva
Pasiva
Aktiva lancar
507.750
Hutang Gundar
Rp. 333.000
Total aktiva lancar
507.750




modal



Modal anggota
99.000


laba
75.750


Total modal
174.750
Total aktiva tetap
507.750
Total pasiva
Rp.  507.750
  
Neraca
PT. LOBA RASA
Periode 28 februari 2015
AKTIVA
PASIVA
Aktiva lancar
Rp.709.500
Hutang Gundar
Rp. 266.000
Total aktiva lancar
Rp. 709.500
Total Hutang
Rp. 266.000


modal



Modal anggota
Rp.241.750


LABA
RP.201.750


Total modal
Rp.443.500
Total aktiva tetap
Rp.709.500
Total pasiva
Rp.709.500


Jumat, 17 April 2015

BREAK EVEN POINT

BEP (BREAK EVEN POINT)
SCHEPPEND COLLECTION










Sheppend Collection akan mengalami Break Even Point pada jumlah kuantiti 40pcs dengan total biaya produksi Rp640.000 dan dijual dengan harga Rp16.000/pcs, sehingga tidak untung maupun tidak rugi.

Selasa, 07 April 2015

Tugas Kewirausahaan#
Universitas Gunadarma
Disusun Oleh:
1. Anita Azhari
2. Fathi Mulkiyah
3. Ghifari Ahmad
4. Indah Ramdhayani
5.Widiastuti Rawati
Kelas:
2DA01


Nama Wirausahawan     : Edi Saputra
Usia                                       : 23 Tahun
Bidang usaha                     : Penjualan Handphone dan Jasa servis

Awalnya Edi sempat ragu untuk merintis usahanya, karena usaha yang dijalankan sangat bertolak belakang dengan latar pendidikannya saat dia bersekolah di sekolah otomotif dulu. Namun dengan dukungan dan dorongan dari keluarga, ia memberanikan diri merintis usahanya untuk membuka usaha jual-beli handphone. Disamping itu, ia juga menyediakan jasa servis HP dengan bekerjasama dengan kakaknya yang memiliki kemampuan untuk servis barang-barang elektronik.  Alasan mengapa ia memilih usaha tersebut, karena bisnis handphone adalah usaha yang paling menjanjikan. Edi membuka usahanya dengan modal awal sekitar Rp. 100.000.000,- yang merupakan dari hasil tabungan dan bantuan kedua orangtuanya. Sebagian dananya dipakai untuk menyewa ruko sebesar Rp. 12.000.000,-/th dan sisanya untuk membeli barang-barang yang akan dijual.
Awal menjalankan usahanya, Edi sempat kesulitan untuk mendapatkan konsumen. Dikarenakan ketatnya persaingan. Namun, Edi beserta kakaknya tidak cepat putus asa dan tetap mencoba memberikan pelayanan terbaiknya sehingga memunculkan kepercayaan konsumen. Lambat laun, usaha yang ia rintis mulai membuahkan hasil. Banyak konsumen yang sudah menjadi pelanggan tetapnya.
Kini Edi telah hampir 5 tahun menjalankan usahanya tersebut dan mulai memperkejakan dua orang karyawan. Dari usahanya Edi meraup omset pendapatan sekitar Rp. 50.000.000,-/bulan. Dan tidak kecil kemungkinan pendapatan Edi-pun bisa bertambah tiap bulannya, karena makin banyaknya konsumen yang percaya dan menjadi pelanggan tetap. Dari hasil usaha kerja kerasnya kini Edi mampu mengembangkan usahanya menjadi lebih besar.

Dari seorang Edi Saputra dapat kita pelajari hal-hal penting untuk menjadi seorang wirausaha. Yaitu sebuah keberanian. Dar hasil wawancara kami dengan edi, iapun bertutur bahwa “Untuk menjadi seorang wirausaha harus perlu adanya keberanian. Berani untuk gagal, berani untuk menanggung resiko, berani untuk mengambil sebuah keputusan, berani untuk menghadapi tantangan dan yang terpenting tidak takut untuk melangkah ke arah yang lebih baik serta percaya pada kemampuan diri sendiri dan mau belajar.”

Sabtu, 03 Januari 2015

Tugas Pengantar Basis Data ( Entity Relationship Diagram)

TUGAS SOFTSKILL

PENGANTAR BASIS DATA


Disusun Oleh:
Widiastuti Rawati
Ghifari Ahmad
Maria Astuti 
Fathi Mulkiyah
Putri Nindya


Kelas:
2DA01

D3 Bisnis dan Kewirausahaan
UNIVERSITAS GUNADARMA 
PTA 2014/2015







Soal Nomor  3

}  Seperti soal nomor 2, namun ada beberapa tambahan penjelasan seperti berikut : Semua mahasiswa sangat perlu buku sehingga tidak ada yang tidak pernah meminjam ke perpustakaan. Mahasiswa kadang-kadang terlambat mengembalikan buku, sehingga dikenakan denda. Mahasiswa dianggap terlambat jika mengembalikan buku lebih lama dari 1 minggu.

}  Gambarkan ERDnya, dan tunjukkan Participation Constraint-nya

Jawab:


 PARTICIPATION CONSTRAINT
Menjelaskan batasan keikut-sertaan dari suatu entity terhadap hubungannya dengan entity yang lainnya.
a) Total Participation : menyatakan instance dari suatu entity harus berhubungan dengan instance dari entity lainnya.
b) Partial Participation : menyatakan setiap instance dari suatu entity tidak harus berhubungan dengan instance dari entity lainnya.



Jumat, 07 November 2014

Lingkungan Basis Data

Kelompok:
Fathi Mulkiyah
Ghifari Ahmad
Maria Astuti
Putri Nindya A.
Widiastuti Rawati
kelas : 2DA01
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Basis data adalah kumpulan informasi yang disimpan didalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari database tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengolah dan mengambil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data.

BAB II
ISI
2.1 Pengertian Basis Data
Pangkalan data atau basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.
Istilah "basis data" berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.

2.2 Konsep dasar dari basis data
Kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebutskema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel. Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.

2.3 Tahapan Perancangan Basis Data
  Perancangan basis data merupakan upaya untuk membangun sebuah basis data dalam suatu lingkungan bisnis. Untuk membangun sebuah basis data terdapat tahapan-tahapan yang perlu kita lalui yaitu:
1.     Perencanaan basis data
2.     Mendefinisikan sistem
3.     Analisa dan mengumpulkan kebutuhan
4.     Perancangan basis data
5.     Perancangan aplikasi
6.     Membuat prototipe
7.     Implementasi
8.     Konversi data
9.     Pengujian
10.  Pemeliharaan operasional


2.4 Arsitek Basis Data
Arsitektur Basis Data dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
1.          Tingkat Eksternal (Eksternal Level)
Berhubungan dengan bagaimana data direpresentasikan dari sisi setiap user. View level adalah level user, yang dimaksud dengan user adalah programmer, end user atau Database Administrator (DBA). (programmer : bahasa yang digunakan adalah bahasa pemrograman seperti C, COBOL, atau PL/I), (end user : bahasa yang digunakan adalah bahasa query atau menggunakan fasilitas yang tersedia pada program aplikasi pada level eksternal ini, user dibatasi pada kemampuan perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan aplikasi basis data yang didefinisikan sebagai sebuah skema eksternal.)
2.          Tingkat Konseptual (Conseptual Level)
Yang menghubungkan antara internal & external level. Conceptual level adalah sebuah representasi seluruh muatan informasi yang dikandung oleh basis data.
Tingkatan level ini dilihat dari cara user dalam memahami atau mengetahui data.
3.          Tingkat Internal (Internal Level)
Berhubungan dengan bagaimana data disimpan secara fisik (physical storage). Internal level adalah level terendah untuk merepresentasikan basis data. Record disimpan dalam media penyimpanan dalam format byte. Didefinisikan sebagai sebuah skema internal.



2.5 Contoh Gambarnya




2.6  Bahasa Dalam DBMS
DBMS (Database Management systems) adalah kumpulan program yang mengkoordinasikan semua kegiatan yang berhubungan dengan basis data. Dengan adanya berbagai tingkatan pandangan dalam suatu basis data maka untuk mengakomodasikan masing-masing pengguna dalam piranti lunak manajemen basis data biasanya terdapat bahasa-bahasa tertentu yang disebut Data Sub language.
Data sub language adalah subset bahasa yang dipakai untuk operasi manajemen basis data. Dalam penggunaan biasanya dapat ditempelkan (embedded) pada bahasa tuan rumah (Cobol, PL/1, dsb). Secara umum maka setiap pengguna basis data memerlukan bahasa yang dipakai sesuai tugas dan fungsinya.

Dalam basis data secara umum dikenal 2 data sub language :
1. Data Definition Language (DDL)
2. Data Manipulation Language (DML)
Ada 2 jenis DML :
1. Procedural DML
2. Non Procedural

Secara khusus pengguna menggunakan berbagai bahasa :
Programmer aplikasi menggunakan bahasa-bahasa seperti Cobol, Informix, dll (host language) yang ditempelkan dengan bahasa yang dipakai dalam DBMS. Pemakai terminal menggunakan bahasa Query (misal SQL) atau menggunakan program aplikasi (yang dirancang oleh programmer). Sedangkan DBA lebih banyak menggunakan bahasa DDL dan DML yang tersedia dalam DBMS.
DBMS mempunyai tugas untuk menangani semua bentuk akses kepada basis data, secara konsep :
1. Pengguna menyatakan permintaan akses menggunakan     DBMS
2. DBMS menangkap dan menginterpretasikan
3. DBMS mencari :
            - eksternal / conceptual mapping
            - conceptual schema
            - konseptual / internal mapping
            - internal schema
4. DBMS melaksanakan operasi yang diminta terhadap basis  data tersimpan.
Proses 1 s/d 4 dapat dilakukan secara interactive atau dicompile dulu.


2.7 Model Data
Model data adalah kumpulan konsep yang terintegrasi yang menggambarkan data, hubungan antara data dan batasan-batasan data dala suatu organisasi. Fungsi dari sebuah model data untuk merepresentasikan data sehingga data tersebut mudah dipahami.
Untuk menggambarkan data pada tingkat eksternal dan konseptual digunakan model data berbasis objek atau model data berbasis record.

1. Model Data Berbasis Objek
            Model data berbasis objek menggunakan konsep entitas,      atribut dan hubungan antar entitas. Beberapa jenis model data berbasis objek yang umum adalah :
            - entity-relationship
            - semantic
            - functional
            - object-oriented

2. Model Data Berbasis Record
            Pada model data berbasis record, basis data terdiri dari        sejumlah record dalam bentuk yang tetap yang dapat      dibedakan dari bentuknya. Ada 3 macam jenis model data   berbasis record yaitu :
           


 - model data hierarkhi (hierarchical)



 - model data jaringan (network)


 
 2.8 Komponen DBMS



 Penjelasan :


1.      Query Processsor
Komponen yang merubah bentuk query ke dalam instruksi         tingkat rendah ke database manager
2.      Database Manager
Database manager menerima query dan menguji skema         eksternal dan konseptual untuk menentukan apakah record-          record dibutuhkan untuk memenuhi permintaan. Kemudian             DM memanggil file manager untuk menyelesaikan permintaan
3.      File Manager
Memanipulasi penyimpanan file dan mengatur alokasi ruang  penyimpanan pada disk.
4.      DML Preprocessor
Modul yang merubah perintah DML embedded ke dalam  program aplikasi dalam bentuk fungsi-fungsi yang  memanggil dalam host language.
5. DDL Compiler
            Merubah perintah DDL menjadi kumpulan tabel yang berisi  metadata.
5.      Dictionary Manager
Mengatur akses dan memelihara data dictionary. Data dictionary diakses oleh komponen DBMS yang lain.

2.9 Client Server

Untuk mengatasi kelemahan arsitektur-arsitektur di atas maka dikembangkan arsitektur client-server. Client-server menunjukkan cara komponen software berinteraksi dalam bentuk sistem. Sesuai dengan namanya, ada sebuah pemroses client yang membutuhkan sumber dan sebuah server yang menyediakan sumbernya. Tidak ada kebutuhan client dan server yang harus diletakkan pada mesin yang sama. Secara ringkas, umumnya server diletakkan pada satu sisi dalam LAN dan client pada sisi yang lain.
Ada beberapa keuntungan jenis arsitektur ini adalah :
q  Memungkinkan akses basis data yang besar
q  Menaikkan kinerja
q  Jika client dan server diletakkan pada komputer yang  berbeda kemudian CPU yang berbeda dapat memproses  aplikasi secara paralel. Hal ini mempermudah merubah  mesin server jika hanya memproses basis data.
q   Biaya untuk hardware dapat dikurangi
q   Hanya server yang membutuhkan storage dan kekuatan  proses yang cukup untuk menyimpan dan mengatur basis  data
q   Biaya komunikasi berkurang
q   Aplikasi menyelesaikan bagian operasi pada client dan  mengirimkan hanya bagian yang dibutuhkan untuk akses     basis data melewati jaringan, menghasilkan data yang  sedikit yang akan dikirim melewati jaringan
q   Meningkatkan kekonsistenan
q   Server dapat menangani pemeriksaan integrity sehingga  batasan perlu didefinisikan dan validasi hanya di satu  tempat, aplikasi program mengerjakan pemeriksaan sendiri
q   Map ke arsitektur open-system dengan sangat alami


2.10 Fungsi Client & Server





BAB III
KESIMPULAN
1.1  KESIMPULAN
Basis data adalah kumpulan informasi yang disimpan didalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari database tersebut.
Arsitektur Basis Data dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
-          Tingkat Eksternal (Eksternal Level
-           Tingkat Konseptual (Conseptual Level)
-          Tingkat Internal (Internal Level)
Ada 2 jenis DML :
1. Procedural DML
2. Non Procedural
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA

1.     Connoly, Thomas; Begg, Carolyn; Strachan, Anne; Database Systems : A Practical Approach to Design,     Implementation and Management, 3rd edition, Addison           Wesley, 2001.
2.     Korth, H.; Database System Concept, 4th edition, Mc         Graw Hill, New York, 1991.